logo patra niaga English | Indonesia

Pencarian :
Home | FAQ | Contact Us |Site Map
Home / Product and services / Trading / Fuels

Fuels

FUEL

1. Fuel Oil  

  • Marine Fuel Oil (Minyak Bakar)

Minyak Bakar bukan merupakan produk hasil destilasi tetapi hasil dari jenis residu yang berwarna hitam. Minyak jenis ini memiliki tingkat kekentalan yang tinggi dibandingkan minyak diesel. Pemakaian BBM jenis ini umumnya untuk pembakaran langsung pada industri besar dan digunakan sebagai bahan bakar  untuk steam power station dan beberapa penggunaan yang dari segi ekonomi lebih murah dengan penggunaan minyak bakar. Minyak Bakar  tidak jauh berbeda dengan  Marine Fuel Oil (MFO).

Jenis : MFO 180 cSt, MFO 380 cSt.

Spesifikasi

NO

PROPERTIES

SATUAN/UNIT

LIMITS

TEST METHODS

MIN

MAX

ASTM

IP

1

Specific Gravity 60 / 60 °F

 

-

0.990

D-1298

 

2

Viscosity Redwood 1/100 °F

Secs

400

1250

D-445 *)

IP 70

3

Pour Point

°F

-

80

D-97

 

4

Calorific Value Gross

BTU/lb

18.000

-

D-240

 

5

Sulphur Content

% wt

-

3.5

D-1551/1552

 

6

Water Content

% vol

-

0.75

D-95

 

7

Sediment

% wt

-

0.15

D-473

 

8

Netralization Value :

 

 

 

 

 

 

-  Strong Acid Number

mgKOH/gr

-

Nil

 

 

9

Flast Point P.M.c.c

°F

150

-

D-93

 

10

Conradson Carbon Residu

% wt

-

14

D-189

 


*) Kinematic Viscosity Conversion Spesifikasi sesuai Surat Keputusan Dirjen Migas No.003/P/DM/MIGAS/1986. Tanggal 14 April 1986.

 

  • HSFO (High Sulphur Fuel Oil)

Minyak Bakar bukan merupakan produk hasil destilasi tetapi hasil dari jenis residu yang berwarna hitam. Minyak jenis ini memiliki tingkat kekentalan yang tinggi dibandingkan minyak diesel. Pemakaian BBM jenis ini umumnya untuk pembakaran langsung pada industri besar dan digunakan sebagai bahan bakar  untuk steam power station dan beberapa penggunaan yang dari segi ekonomi lebih murah dengan penggunaan minyak bakar. Minyak Bakar  tidak jauh berbeda dengan  Marine Fuel Oil (MFO)

Menurut kadar sulfur

  1. Minyak bumi kadar sulfur tinggi (high sulfur oil), Mengandung sulfur > 2 % berat.
  2. Minyak bumi kadar sulfur sedang (medium sulfur oil), Mengandung sulfur 0,1 – 2 % berat.
  3. Minyak bumi kadar sulfur rendah (low sulfur oil), Mengandung sulfur < 0,1 % berat

 

 

2. Industrial Fuel Oil

 

 

DIESEL OIL

1. Marine Diesel Oil

Minyak Diesel adalah hasil penyulingan minyak yang berwarna hitam yang berbentuk cair pada temperature rendah. Biasanya memiliki kandungan sulfur yang rendah dan dapat diterima oleh Medium Speed Diesel Engine di sektor industri. Oleh karena itulah, diesel oil disebut juga Industrial Diesel Oil (IDO) atau Marine Diesel Fuel (MDF)

2. Industrial Diesel Oil

Minyak Diesel adalah hasil penyulingan minyak yang berwarna hitam yang berbentuk cair pada temperature rendah. Biasanya memiliki kandungan sulfur yang rendah dan dapat diterima oleh Medium Speed Diesel Engine di sektor industri. Oleh karena itulah, diesel oil disebut juga Industrial Diesel Oil (IDO) atau Marine Diesel Fuel (MDF)

Spesifikasi

NO

PROPERTIES

SATUAN/UNIT

LIMITS

TEST METHODS

MIN

MAX

ASTM

IP

1

Specific Gravity 60 / 60 °F

 

0.840

0.920

 D-1298

 

2

Viscosity Redwood 1/100 °F

Secs

 35

45

    D-445 *)

IP 70

3

Pour Point

°F

-

65

D-97

 

4

Sulphur Content 

% wt

-

1.5

D-1551/
1552

 

5

Conradson Carbon Residu

% wt

-

10

D-198

 

6

Water Content  

% vol

-

0.25

D-95

 

7

Sediment

% wt

-

0.02

D-473

 

8

 Ash

% wt

-

0.02

D-482

 

 

Netralization Value :

 

 

- Strong Acid Number

mgKOH/gr

-

Nil

 

 

9

Flast Point P.M.c.c

°F

150

-

D-93

 

10

Colour ASTM

 

6

-

D-1500

 


* ) Kinematic Viscosity Conversion
Spesifikasi sesuai Surat Keputusan Dirjen Migas No.002/P/DM/MIGAS/1979 Tanggal 25 Mei 1979

 

 

DIESEL

1. High Speed Diesel (Minyal solar)

High Speed Diesel (HSD) merupakan BBM jenis solar yang memiliki angka performa cetane number 45, jenis BBM ini umumnya digunakan untuk mesin trasportasi mesin diesel yang umum dipakai dengan sistem injeksi pompa mekanik (injection pump) dan electronic injection, jenis BBM ini diperuntukkan untuk jenis kendaraan bermotor trasportasi dan mesin industri.

Minyak solar adalah bahan bakar jenis distilat berwarna kuning kecoklatan yang jernih.

Penggunaan minyak solar pada umumnya adalah untuk bahan bakar pada semua jenis mesin diesel dengan putaran tinggi (diatas 1.000 RPM), yang juga dapat dipergunakan sebagai bahan bakar pada pembakaran langsung dalam dapur-dapur kecil, yang terutama diinginkan pembakaran yang bersih. Minyak solar ini biasa disebut juga Gas Oil, Automotive Diesel Oil, High Speed Diesel.

Spesifikasi

NO

Karakteristik

UNIT

Batasan

Metode Uji ASTM/lain

MIN

MAX

ASTM

IP

1

Angka Setana

 

45

-

D-613

 

2

Indeks Stana

 

48

-

D4737

 

3

Berat Jenis pada 15 0 C

Kg/m3

815

870

D-1298 / D-4737

 

4

Viskositas pada 40 0 C

Mm2/sec

2.0

5.0

D-445

 

5

Kandungan Sulfur

% m/m

-

0.35

D-1552

 

6

Distilasi : T95

°C

-

370

D-86

 

7

Titik Nyala

°C

60

-

D-93

 

8

Titik Tuang

oC

-

18

D-97

 

9

Karbon Residu

merit

-

Kelas I

D-4530

 

10

Kandungan Air

Mg/kg

-

500

D-1744

 

11

Biological Grouth

-

Nihil

 

 

12

Kandungan FAME

% v/v

-

10

 

 

13

Kandungan Metanol & Etanol

% v/v

Tak Terdeteksi

D-4815

 

14

Korosi bilah tembaga

Merit

-

Kelas I

D-130

 

15

Kandungan Abu

% m/m

-

0.01

D-482

 

16

Kandungan Sedimen

% m/m

-

0.01

D-473

 

17

Bilangan Asam Kuat

mgKOH/gr

-

0

D-664

 

18

Bilangan Asam Total

mgKOH/gr

-

0.6

D-664

 

19

Partikulat

Mg/l

-

-

D-2276

 

20

Penampilan Visual

-

Jernih dan terang

 

 

21

Warna

No.ASTM

-

3.0

D-1500

 


Spesifikasi sesuai Surat Keputusan Dirjen Migas 3675 K/24/DJM/2006 tanggal 17 Maret 20

 

2. Marine Gas Oil